Sabtu, 26 Oktober 2013

Bali Part I

Saya membagi cerita ini menjadi dua bagian. Yang pertama cerita liburan kebali bersama keluarga dan yang kedua liburan kebali bersama kak sahar sembari menemani dia tes CPNS di Universitas Udayana. Nah pada bagian ini, saya akan bercerita tentang menariknya liburan bersama keluarga besar.

Sudah lama kami sekeluarga merencanakan liburan bersama ke sebuah tempat yang berada di luar pulau Sumatra. Entah kenapa momen wisuda menjadi ajang pemanfaatan waktu liburan bagi orang tua dan kaka-kakaku untuk mengambil cuti yang agak lama. Benar saja, wisuda ku yang sudah ditetapkan pada hari kamis menjadi sangat menarik bagi keluargaku untuk merencanakan liburan keluar kota sembari menghadiri upacara sakral gelar masterku. Setelah hampir sebulan berdiskusi, kami sekeluarga memutuskan Bali sebagai tempat yang beruntung kami kunjungi. *Sombongnyaaaaa…. J
Tepatnya dua hari setelah acara wisudaku dan setelah puas berkeliling di jogja, kami sekeluarga berangkat menuju bandara adi sucipto Yogyakarta untuk menaiki pesawat yang menerbangkan kami ke bandara Ngurah Rai Bali. Tepat pukul 15.45 pesawat terbang menuju pulau dewata. Dengan perbedaan waktu lebih cepat satu jam, kami tiba di bali sudah gelap dan tercium aroma khas Bali sambil menunggu datangnya bagasi.
Keluar dari bandara kami langsung disambut oleh driver hotel Ibis kuta yang sebelumnya sudah di pesan oleh teman kakaku saya yang berada di bali. Jadi tanpa susah payah, kami langsung di bawa ke tempat beristirahat yang tidak begitu jauh dari bandara. Penawaran harga dan fasilitas kamar serta sarapan yang ditawarkan hotel sebanding dengan harga yang dipatok si menejer. Dengan harga yang lumayan mahal, dan kenyamanan yang ditawarkan tetap saja aku bermasalah dengan tidur. Entah apa masalahnya setiap tempat baru yang aku kunjungi mata dan pencernanku menjadi tidak normal dan membutuhkan penyesuain, sehingga malam itu saya hanya tidur satu jam, dan menunggu pagi yang sangat lama.
Akhirnyaaaa, setelah sarapan dengan menu yang serba ada, perjalananpun dimulai dengan mengunjungi pusat oleh-oleh kerajinan batik Sari Amerta sambil menunggu dimulainya pertunjukan barong dan keris di Jambe budaya daerah Batubulan. Di galeri ini, kita bias menjumpai berbagai hasil kerajinan bali mulai dari batik bali, kain khas bali, tenunan bali, dan lukisan-lukisan dari seniman bali. Disini, kita juga bias melihat proses pembatikan kain batik bali yang tidak jauh berbeda dengan cara membatik pada umumnya.

Waktu pertunjukan barong dan kerispun dimulai. Disini para turis disajikan kesenian bali yang diawali dengan tari pendet dan cerita tentang barong dan keris yang terdiri dari beberapa bagian. Barong dan keris sendiri merupakan cerita yang menggambarkan tentang kebajikan dan kebatilan. Barong adalah wujud kebajikan sedangkan kebatilan berwujud Rangda. Singkat cerita dari drama ini, barong mempunyai kesaktian berupa kekebalan yang tidak bisa dilawan oleh rangda. Berbagai usaha yang dilakukan rangda termasuk memberi kekebalan kepada pengikutnya menjadikan pertarungan antara barong dan rangda tidak pernah berakhir. Sedangkan keris adalah senjata yang digunakan pengikut rangda untuk membunuh barong. Tetapi tetap saja tidak berhasil. Satu hal yang menarik dalam pertunjukan ini adalah hadirnya seorang juru kunci diatas panggung sambil membakar dupa dan sesajen yang berjalan mengitari panggung. Konon katanya saat si penari memegang keris mereka dirasuki oleh parah roh nenek moyang yang memberikan kekebalan. Pertunjukan ini sama halnya seperti debus yang memperlihatkan kekebalan. Dalam sebuh pertunjukan juga sering terjadi kesurupan pemain yang bertingkah aneh. Dan apabila hal ini terjadi, si juru kunci berperan penting untuk menyadarkan si pemain. Sebuah pertunjukan yang menarik yang sebaiknya dikunjungi ketika berada di bali. Terakhir sebagai kenangan, para turis diijinkan berphoto dengan si barong dan penari bali yang ada di lingkungan teater.
Berangkat dari batubulan, kami langsung ke Tanjung Benoa untuk menikmati water sport yang merupakan ciri khas objek wisata ini. Berbagai permainan air tersedia disini. Tetapi sangat disayangkan tariff yang dikenakan disetiap permainan sangat mahal untuk turis lokal atau para back paker. Bersama saudara laki-laki saya, kami memilih paraseling untuk menantang adrenalin terbang menggunakan parasut yang ditarik oleh speedboat sebanyak satu kali putaran selama 15 menit. Rasa deg-degan tentu menghujani kami, tapi karena besarnya rasa penasaran, akhirnya secara bergantian kami terbang. Waaaahhhhh kata-kata yang pertama muncul ketika berada di atas permukaan laut bening dengan hamparan terumbu karang di bawahnya. Terlihat pemandangan bawah laut dari atas paraseling menandakan bersihnya air laut tanjung benoa dari pencemaran. Hal yang sepatutnya di tiru oleh beberapa daerah yang terdapat di pesisir Indonesia untuk menjaga kebersihan laut, sehingga ekosistim laut terus berlangsung.
Setelah puas terbang dengan paraseling, kami melanjutkan perjalanan kepulau penyu. Untuk mengunjungi pulau ini, dikenakan biaya 100 ribu perorang. Biaya tersebut bisa saja mahal karena kita harus menaiki perahu yang telah berjejer di pinggiran pantai. Biaya akan terasa lebih murah apabila semakin banyak turis dalam perahu asalkan tidak melebihi kapasitas siperahu sendiri. Menaiki perahu kita mendapat roti sebagai umpan agar ikan-ikan mendekat keperahu dan kita bias menikmati berbagai jenis ikan karang yang bermain sambil menyantap roti yang kita kasih. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke pulau penyu sebagai tujuan utama. Memasuki pulau ini, saya sedikit kecewa karena tidak seperti yang saya bayangkan. Lokasi ini lebih terlihat seperti pusat penangkaran penyu yang hanya terdapat beberapa penyu. Walaupun begitu, kami tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan sipenyu-penyu untuk berpose bersama. Selain penyu terdapat juga berbagai hewan khas bali seperti elang bali, iguana, ular, kalong yang sudah di jinakan dan bisa ikut berphoto.
Setengah hari perjalanan kami merasakan lapar dan memutuskan untuk mencari rumah makan yang halal. Sekarang ini, tidak susah untuk mencari makanan halal di bali, karena sudah banyak tersedia makanan padang dan berlabel halal. Sehingga kita tidak ragu untuk mengisi perut penyedia energy ke lokasi berikutnya.
Tanah lot adalah tempat terakhir yang kami kunjungi pada hari itu. Kata orang, tidak afdol rasanya kalo ke Bali tidak mengunjungi tanah lot. Saya tidak akan banyak bercerita tentang tanah lot ini, karena pasti banyak diantara kita yang sudah pernah ke sini atau hanya mengetahui dari orang-orang yang sudah pernah berkunjung, bahkan dengan adanya internet banyak para blogger lainnya yang membuat cerita tentang tanah lot.
Keeksotisan pulau dewata ini, menjadi daya tarik banyak orang untuk berlibur dan menikmati nuansa budaya khas bali. Tidak salah, banyak para pecinta photografi menjadikan Bali sebagai objek photo mereka.


uni Launa dengan Pembatik bali di Sari Amerta

Photo bersama Barong dan penari bali

Si juru kunci sedang berdoa dalam pertarungan barong dan keris

Siap-siap terbang


Meendarat


Minggu, 20 Oktober 2013

Festival Layang-layang Glagah Part II


Melanjutkan kekecewaan akhir pekan di festival layang-layang Glagah sebelumnya, kami mempersiapkan bekal untuk minggu terakhir liburan kami. Memanfaatkan hari libur terbiasa aku dan kak sahar lakukan walaupun hanya mencicipi makanan khas dan uni atau yang belum pernah kami coba. Nah akhir minggu ini adalah hari terakhir diadakanya festival layang-layang di Galagah.
Jarak pantai glagah dari pusat kota jogja yang lumayan jauh, kami putuskan untuk berangkat lebih siang. Perjalanan ini berbeda dari yang sebelumnya, baim salah satu teman kak sahar yang berlibur ke jogja ingin ikut bersama kami menikmati keindahan pantai glagah dan festival layang-layang. Hamper 2 jam kami menunggu, baim tapi tak kunjung datang, akhirnya dengan berbagai percakapan antara baim dan kak sahar kami putuskan untuk berangkat duluan dan baim menyusul dengan motor hitamnya.
Sesampainya kami di glagah ternyata festival sudah selesai, hanya beberapa layangan yang di terbangkan. Bermacam layang-layang sebenarnya kita bisa temui disini. Karena kedatangan kami yang terlambat apa boleh buat, kami hanya menikmati beberapa layang-layang yang melenggak lenggok bagai penari jaipong.
Beberapa menit kami sampai, baim pun datang dan langsung narsis dengan kamera handphonenya. Tidak lupa juga dia langsung update di beberapa acount jejaring social yang dia miliki. Lucu memeng tingkah anak ini, sikap dan tingkah lakjunya mencairkan suasana dan menambah senyum bahkan tertawa buat aku dan kak sahar.
Walaupun sudah agak sore tetapi masih ada beberapa layangan yang diterbangkan oleh pemiliknya sebagai bentuk hobi dan pengenalan layang-layang yang dia miliki. Dari beberapa layang-layang yang tersisa, ada sebuah layang-layang yang menarik langkahku untuk mengetahui dan mengabadikan sosok kokohnya yang terlihat rapuh itu. Saya lupa apa namaya, yang pasti layangan ini berasal dari Sulawesi Tenggara dan merupakan layang-layang tradisional yang dulu sempat popular. Layangan ini terbuat dari daun kering yang di jahit untuk menggabungkannya. Benang untuk menerbangkannyapun terbuat dari pintalan serat batang pohon yang sudah di keringkan.

Selain kami, ada seorang bapak yang tertarik akan layang-layang unik ini. Untungnya si pemilik layang-layang tidak pelit memberikan informasi bahkan dia bersedia menerbangkan layang-layangnya. Sangat menakjubkan, layang-layang yang terlihat rapuh itu bisa terbang dan sejajar dengan layangan lainnya. Menikmati keindahan dan suara yang dikeluarkan dari pita yang di pasang di layang-layang menjadi daya tarik sendiri bagi kami yang sudah termakan arus modernisasi. Maksud saya tentang modernisasi disini adalah, sebagain diantara kita tentu hanya mengetahui bahan pembuat layang-layang dari bamboo, kertas, kain, dan parasut. Tetapi dengan adanya festival ini kami dapat mengetahui bahwa layang-layang sudah ada sebelum manusia mengenal kertas dan parasut.
Setelah puas mengambil photo dan menikmati layang-layang, kami melanjutkan untuk menjelajahi tepi pantai Glagah yang berpasir hitam. Walaupun hanya turis local yang kelihatan, ini membuktikan bahwa masih banyak tempat-tempat indah yang belum diketahui orang. Kami berjalan disepanjang pesisir pantai sambil mencari engel yang bagus untuk mengambil gambar. Sebagai penikmat keindahan alam, saya tidak pernah bosan untuk mengabadikan si merah bundar yang akan tenggelam.

Beberapa catatan penting:

  • Apabila sudah merencanakan suatu perjalanan, jangan biasakan menunda keberangkatan.
  • Kalau mau menonton festival layang-layang datanglah dari pagi.
  • Ingat, masih banyak keindahan alam yang tersembunyi dan patut kita banggakan dari bumi nusantara ini.
 
 
 
 
Layang-layang yang tersisa
 
Baim dengan kenarsisanya
 
Layang-layang khas Sulawesi Tenggara yang terbuat dari daun kering
 
Hasil jepretan Baim
 
Sahar shoot
 
It's me
 
Si merah yang sembunyi
 
Sandaljpit
 
Baim narsis


Sabtu, 19 Oktober 2013

Festival Layang-layang di pantai Galagah Part I


Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan ku timbang dengan benang
Kujadikan layang-layang
      Bermain..
      Berlari..
Bermain layang-layang
Bermain kubawa ketengah lapang
Hati gembira dan riang

Lagu masa kecil diatas mengingatkanku pada festival layang-layang yang diadakan di pantai Glagah pada tanggal 19 Oktober 2013 kemaren. Mendapat informasi disalah satu social media aku dan kak sahar merencanakan untuk melihat festival itu. Kesenangan kita akan jalan-jalan dan bersenang-senang, menjadikan festival ini pilihan liburan akhir pekan yang sungguh menarik. Setelah merencanakan dengan matang, kami bersiap-siap berangkat. Sore itu langit kelihatan mendung, dan berharap tidak akan hujan. Tidak lucu kalau niat menonton layang-layang yang menari menjadi terhalang oleh hujan. Sekitar pukul 4.00 sore, berangkat lah kita ke pantai glagah. Bermodal pengetahuan yang secukupnya dan petunjuk jalan serta menyempatkan “say hi” ke orang di tepi jalan dengan maksud bertanya, kak sahar menggas motornya dengan cepat menuju ke glagah. Cepat menurut kami belum tentu cepat menurut orang lain, biasanya kak sahar memacu motornya antara 40-60 km/jam itu sudah cepat menurutku. Maklum, aku sempat trouma naik motor karena dulu pernah terjatuh saat mengendarai motor.

Sekitar jam 16.30 kita sampai di pantai glagah, tentereeeeng hanya tinggal 3-4 layang-layang yang menari-nari di langit bibir pantai. Kecewaa sekali mendapati hal yang tidak seperti kita harapkan. Hehehhe *lebay mode on. Tapi aku masi tetap bersyukur bisa datang kepantai ini. Sore itu cuaca sangat bagus dan pemandangan pantai glagah sangat cocok dijadikan objek photografi. Sunset sore itu terlihat tersenyum menyambut kedatangan kami. Bentuk pantai glagah sendiri berupa teluk dan laguna dan banyak terdapat perahu-perahu wisata yang biasa digunakan untuk mengelilingi pantai sambil menikmati keindahan pantai glagah. Rasa kecewa kami bisa terobati dengan menikmati air kelapa muda yang dipesan kak sahar. Suasana romantic menghantui kami sehingga tidak akan lupa mengabadikan keindahan sore itu walaupun hanya memakai kamera hp 5 megapixel. Sedikit narsis, dengan hasil photo yang kita dapatkan hasilnya sangat bagus, apalagi kalau kita menggunakan kamera SLR yang tentu hasil jepretannya akan lebih jernih. Teman-teman yang hobi photografi dan di photo saya sarankan pantai glagah ini menjadi objek huntingan kalian. Dengan perasaan senang kami melanjutkan perjalanan pulang dan merencanakan kembali besoknya untuk melanjutkan niat melihat layang-layang.
 

 

Rabu, 16 Oktober 2013

Nutrisi Di Balik Si Pemimpin Kecil





Impian untuk memiliki sebuah keluarga yang utuh dengan kehadiran anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Selain menambah keceriaan dalam keluarga, anak merupakan penerus keturunan orang tua. Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak agar anak-anak mereka bisa menjadi kebanggaan di masa yang akan datang. Maka, butuh rencana dan persiapan yang lebih matang agar segalanya bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Untuk itu, saya mencoba mengumpulkan beberapa informasi yang bisa menunjang keinginan saya mendapatkan anak-anak yang bisa dibanggakan dalam segala hal. Berbagai macam himbauan dan iklan layanan masyarakat yang sering diputar di setiap acara televisi, semakin mendorong keingintahuan saya tentang pentingnya sebuah perencanaan untuk memiliki anak. Selain dari pengalaman orang-orang terdekat, media masa seperti televisi, internet, majalah dan buku menjadi sumber informasi buat saya. Dari hasil penelusuran singkat yang saya lakukan, berbagai informasi penting membantu menjawab rasa penasaran dan menambah ilmu yang nantinya akan bermanfaat untuk saya sebagai calon ibu. Informasi seperti perencanaan kehamilan, usaha dan nutrisi untuk ibu hamil sampai ibu melahirkan serta menyusui sampai membesarkan anak menjadi semakin jelas.
Sebagai calon orang tua, saya menginginkan anak yang cerdas dan aktif. Anak yang cerdas tentu akan semakin mudah bagi kita dalam mengarahkan dan mendidiknya. Dahulu saya berfikir pengaruh faktor genetik sangat penting dalam kecerdasan anak. Tetapi setelah mengumpulkan informasi, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kecerdasan anak. Selain dari faktor genetik, nutrisi juga mempengaruhi perkembangan otak anak. Tidak hanya dari kecukupan nutrisi yang diberikan setelah anak lahir, tetapi juga saat anak berada dalam kandungan. Selain dari kecukupan nutrisi bagi ibu hamil, usaha lain untuk membantu perkembangan otak anak dengan menjaga kesehatan dan kebugaran dari seorang ibu. Senam hamil misalnya, berbagai gerakan dirancang untuk menjaga kondisi bayi agar terjaga dan ibu merasa bugar. Selain senam, terapi musik klasik merupakan alternatif lain untuk membantu perkembangan otak janin. Penting untuk diketahui, perkembangan otak anak dimulai dari semenjak anak berada di dalam kandungan, dan akan semakin aktif ketika anak berumur 0-2 tahun. Pada masa ini terjadi perkembangan otak yang cepat, dan akan melambat hingga umur 5 tahun walaupun masih ada perkembangan. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Ir. H. Hardinsyah, MS., Guru besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, yang terdapat dalam sebuah artikel di Kompas Online. Hal ini membuktikan bahwa, otak anak membutuhkan nutrisi lengkap yang harus dipenuhi seorang ibu.
Dari sekian banyak nutrisi yang saya ketahui, Air Susu Ibu (ASI) menjadi hal yang menarik untuk saya paparkan dalam artikel ini. Banyak cara dalam masyarakat untuk menghasilkan ASI yang berkualitas dan berlimpah. Diantaranya, memanfaatkan fungsi daun katuk dan vitamin perangsang ASI bagi ibu yang tidak menghasilkan ASI. Kita juga sering mendengar pemberian ASI ekslusif sampai bayi berusia 6 bulan. Walaupun sudah di sarankan dokter, masih banyak seorang ibu mengabaikan hal ini. Berbagai alasan seperti kesehatan, kesibukan, bahkan untuk menjaga penampilan menjadi alasan seorang ibu untuk memberikan bayi mereka susu formula.
Beberapa kendala dalam pemberian ASI menjadi masalah sebagian wanita. Dengan kemajuan zaman, berbagai cara bisa dilakukan oleh ibu-ibu yang disibukan oleh kerjaan sehingga bisa memberikan ASI pada si buah hati. Ada yang menggunakan jasa pengantar ASI untuk anak mereka, ada yang tergabung dalam komunitas Bank ASI, serta akhir-akhir ini ada forum yang menamakan diri mereka ayah ASI. Tentu hal ini akan membantu para ibu yang disibukan dengan kerjaan untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayi. Contonya, Jasa pengantar ASI atau ojek ASI. Di mana pun si ibu berada ojek ASI siap menjemput ASI dan segera mengantarkannya kepada bayi. Hal ini akan sangat membantu ibu-ibu yang berprofesi sebagai wanita karir untuk memberikan ASI eksklusif.
Selanjutnya komunitas Bank ASI. Dalam komunitas ini, para ibu dapat memperoleh pengetahuan seputar penyimpanan ASI. ASI disimpan dalam botol kaca khusus di dalam kulkas dengan suhu yang sudah diatur dengan mencantumkan tanggal, bulan, dan tahun sebagai penanda ASI. Penyimpanan ASI dengan cara seperti ini bisa bertahan hingga 2-3 bulan. Cara ini biasa dilakukan oleh ibu yang mempunyai ASI melimpah dan ketika mereka sibuk, kapan pun bayinya membutuhkan, ASI sudah bisa diberikan dengan cara menghangatkannya terlebih dahulu. Sedangkan bagi ibu yang kurang menghasilkan ASI dapat memanfaatkan jasa Bank ASI. Dengan keberadaan Bank ASI, semakin mudah oleh ibu-ibu untuk bisa saling membantu anggota bank ASI yang lain. Ibu-ibu yang tidak memiliki ASI bisa memperoleh ASI dari anggota melalui beberapa ketentuan yang sama-sama sudah disepakati. Biasanya seorang ibu akan memberikan ASI kepada ibu yang memiliki bayi berjenis kelamin sama dengan bayinya. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada pernikahan sepersusuan nantinya.
Dan yang terbaru, saya menjumpai di sebuah jejaring sosial sebuah komunitas yang bernama Ayah ASI. Komunitas ini sudah berdiri selama 5 tahun dengan tujuannya adalah saling berbagi pengalaman antar sesama ayah dan beberapa pengetahuan seputar anak dan ASI. Di sini para anggota bisa saling berbagi informasi untuk menambah peran seorang ayah dalam keluarga. Selama ini ibu bertanggung jawab untuk mendidik anak sedangkan ayah bertanggung jawab mencari nafkah untuk keluarganya. Secara psikologis peran ayah sangat membantu dalam pemberian ASI eksklusif. Seorang ayah memberikan semangat kepada ibu untuk terus memberikan ASI selama 6 bulan pertama bahkan lebih sampai 2 tahun. Beberapa teknik cara pemberian botol bayi dan berbagai cerita antar sesama ayah tentu akan menambah pengetahuan akan pentingnya ASI untuk perkembangan bayi mereka. Dari komunitas yang saya ketahui lewat media tersebut, terlihat begitu pentingnya peran seorang ibu dari masa kehamilan sampai dengan menyusui anaknya. Begitu pentingnya ASI sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak merupakan langkah awal untuk menciptakan calon pemimpin masa depan.
Setelah nutrisi anak tercukupi, maka peran ibu selanjutnya yaitu mendidik. Dalam hal mendidik, sedini mungkin kita sudah mengajarkan bayi untuk mengenali lingkungan di mana ia berada. Melatih berbicara, merangkak, sampai bayi bisa berjalan merupakan usaha yang dilakukan seorang ibu. Bukan berarti seorang ayah tidak terlibat dalam hal ini. Kedekatan seorang anak bersama ibu lebih mudah terjalin dikarenakan sifat ibu yang penyayang dan keteladanan ibu dalam mendidik anaknya. Seorang ibu yang peka tentu mengetahui apa saja yang dibutuhkan anaknya. Berbagai nutrisi sesuai umur anak akan membantu meningkatkan kecerdasan. Anak yang cerdas adalah anak-anak yang aktif dan mempunyai keingintahuan yang lebih. Kita dapat melihat sedini mungkin bakat yang dimiliki oleh anak. Dengan pengarahan yang baik, bakat yang dimiliki anak dapat tersalurkan. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap kepercayaan diri dan pergaulan anak-anak di lingkungannya. Selain dari bakat seorang anak, pendidikan dalam hal pengetahuan formal juga akan membantu mempersiapkan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas dari keluarga.
Dari yang sudah saya paparkan, bisa kita ambil kesimpulan bahwa untuk mempersiapkan anak menjadi pemimpin yang bertanggung jawab perlu beberapa usaha yang dilakukan oleh ibu. Selain dari nutrisi dari makanan, ASI mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam perkembangan otak. Banyak nutrisi yang terdapat dalam ASI. Perkembangan otak yang sempurna tentu akan menghasilkan anak yang cerdas dan aktif. Mendidik anak diibaratkan sebuah berlian. Semakin diasah semakin berkilau. Begitu juga dengan anak, semakin sering kita mengenalkan anak tentang berbagai hal yang baik dan yang tidak maka, akan semakin mudah bagi anak untuk mempersiapkan dirinya menghadapi lingkungan yang lebih luas sebagai calon pemimpin masa depan.



Yogyakarta, 16102013 
#LombaBlogNUB


Senin, 23 September 2013

Ujian Cinta di Pare


 “Tanggal 22 hari apa?"

“Minggu, kenapa kak? Tanyaku”.

Kamu jadi ke pare?”

“Iya jadi.”

Aku anter kamu kesana.”

Tentereeeeeng… asyiiikkkk…. J bahagia yang tak tertahan. ..

Akhirnya setelah memesan travel rute Jogja – Pare, aku dan sang kekasih berangkat jam 7 malam. Dan berharap kita akan sampai di tujuan pada pagi hari. Berkeliling di kampung inggris ini seperti mendapatkan surga baru bagiku, yang bosan akan rutinitas yang gak jelas di Jogja. Belajar sambil refreshing alternative liburan terdahsyat bagiku di akhir-akhir tahun ini. Sudah lama aku ingin ke kota ini dan merasakan aroma inggris khas jawa.

Kak sahar sebagai alumni dari kampung ini menjadi pemandu untuk mencari-cari tempat kursus. Entah berapa kilometer kita berkeliling-keliling sampai akhirnya kakiku pegal dan ingin membaringkan badan.
Pembicaraan panjang dan sebuah perdebatan selalu mewarnai topik bahasan kami. Kukuh dengan pendapat masing-masing sampai akhirnya rasa kesal dalam hati tidak mengurangi rasa sayang dan keinginan untuk memeluk dan mencium. Ini yang aku suka dari dia, tidak pernah marah, kesal, benci dengan omonganku dan keras kepalanya aku. Sejujurnya, aku tidak pernah cemburu buta dan aku sangat percaya dengan apa yang dia katakan. Perasaanku selalu tenang bersama dia.

Setelah seharian melewati waktu bersama, akhirnya saat berpisahpun datang, sedih rasanya mengingat aku sendiri di kota asing ini dan dia pergi meninggalkan aku untuk tugas yang lebih penting.

Aku akan jemput kamu 2 minggu lagi. Biarkan doa-doa kita yang memeluk kerinduan kita”.

hari kedua sampai ke ketujuh

Aku memberikan judul ini karena rencana yang semula sampai hari ke empat belas malah tertunda tujuh hari di pare. Panggilan tes mendadak ke Jakarta memaksa aku untuk cepat berkemas dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tes kemampuan dasar oleh lembaga penyedia barang dan jasa. Sebagai pengangguran tingkat tinggi, aku benar-benar mengharapkan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan keahlianku. Perasaan senang bercampur sedih melanda hari terakhirku belajar di salah satu lembaga kursus di kampung bahasa inggris. Berteman dengan brondong yang usianya jauh kebih muda membawa aku sedikit merasa menjadi ABG "alias anak baru gede" lagi. Maklum saat ini usiaku sudah cukup dewasa untuk memikirkan nasib hidupku kedepan di banding mereka yang baru melepas celana abu-abu.
Selama belajar di lembaga kursus yang aku pilih ini, aku mendapat banyak ilmu yang semula tidak aku mengerti dengan bahasa inggris. Walaupun waktu seminggu sangatlah singkat, tapi ada beberapa tutor yang berbaik hati memberikan kursus tambahan mengingat singkatnya waktu yang aku miliki. Dan benar saja, sedikit perubahan dari cara membaca bahasa burung yang rumit ini menjadi jelas untuk aku pahami. Memang benar kata kak sahar, “ kamu hanya butuh membaca dan mengulang apa yang sudah pernah diajarkan kepadamu”

Hari terakhirpun datang,

Aku sudah di pare, aku temui kamu nanti

Antara senang dan kesal, kenapa tidak ada kabar sebelumnya..

Hal semacam ini juga bikin kita marah dan mungkin ini hal yang sepele untuk memisahkan kami.

Tapi untung, dengan kesabaranku yang tersisa dan kesabaran kak sahar yang kuat, kami baikan lagi J

Sungguh laki-laki idaman, mengantar dan menjemputku sebagai bentuk sayang dan wujud janjinya kepadaku.

Mungkin kalau aku ceritakan semua, kalian pasti akan iri dengan kisahku, jadi aku putuskan stop dan menyambungnya untuk cerita berikutnya.

Sabtu, 31 Agustus 2013

30 Agustus 2013

“kamu sudah makan?”

“belum, ni mau beli makan.”
“oh, ya sudah jangan sampe petang"
“iya” dengan nada yang sinis” hehehe
30 menit kemudian, “aku depan kosmu, kamu keluar sebentar”
“Ngapain? Ngajakin aku makan bareng ya?”
“Iya”
Bentar aku siap-siap dulu.
Dengan perasaan senang yang tak terduga, aku melihat depan gerbang diatas motor berdiri seorang yang begitu special dan mengatakan “selamat kamu akhirnya jadi wisuda”.
“grrrrrrr,” dalam hati begitu sakiit ucapan yang diharapkan berbeda ternyata dengan yang aku dengar.
Sambil memberikan sebuah bingkisan yang aku sudah tau pasti isinya apa. Dan setelah itu kita berangkat pergi makan malam nasi goreng faforit kita, tempat makan malam pertama kamu memberi sebuah kehangatan setelah hujan-hujanan.
Beberapa lama aku menunggu kamu untuk mengucapkan “selamat ulang tahun” tapi tak kunjung juga terucap. Entah ingin membuat aku kesal, atau benar-benar lupa hari ulang tahunku. Sedikit kekecewaan tanpa bisa menahan lagi aku mengatakan “kak, ini hari specialku”
“iya, aku tahu, hari specialmu akhirnya bisa daftar wisuda J
“Grrrrrrr” nyeseeekkk… “aku ulang tahun lo kak sekarang”
“selamat ulag tahun kalau begitu”
“hiks hiks hiks… untung karena kita bisa bertemu dan makan malam bersama dan ucapan selamat wisudamu aja aku ga marah. Tapi apa benar kamu lupa?
Aku terus betanya-tanya sampai akhirnya kita pulang dan dia memberikan sebuah bingkisan tadi dan aku berlalu masuk kamar.
Tentu, sesampai di kamar buru-buru aku buka bingkisannya, sebuah novel klasik Leo Tolstoy “Anna Karenina” dan selembar kertas berisikan pesan.

“ Aku tidak akan berhenti untuk terus memberimu buku. Semakin hari aku merasa lelah tak berdaya. Mungkin menyadari kalau dunia ini semakin angkuh dan terlalu luas untuk aku takhlukkan. Sementara kita bermimpi menjangkaunya seluas-luasnya, entah kapan terwujudnya. Bukankah kamu ingin mengenaliku dan duniaku? Akan aku kenalkan kamu dengan mereka yang mengajariku bermimpi besar. Mungkin juga mereka tidak pernah benar-benar mewujudkan mimpinya. Tapi mereka kukuh disana, aku ingin seperti mereka. aku Percaya bahwa kita behutang sesuatu pada dunia lebih besar dari yang kita ambil. Karya akan membawa kita untuk lekas membayarnya. “


Di balik kertas bertuliskan “Selamat untuk doa-doa kamu yang terkabulkan… Dunia menantikanmu!!!”
Sesaat aku benar-benar yakin kalau kamu melupakan ulang tahunku. Sedih, walaupun kata-kata yang kamu tulis mengatakan apa yang sebenarnya ingin kamu ungkapkan, tapi ada sebuah kesedihan yang mendalam. Dilain sisi ada kebahagian yang tak terhingga. Aku membuka novel yang kamu kasih halaman pertama bertuliskan “to shylvia windary, in a special Friday, S.Idris”
Sebuah senyum kegembiraan menutup hari yang begitu special buatku.
 Terimakasih untuk semua, aku menyayangi kamu.

Minggu, 17 Februari 2013

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat dan Alami

Cara menurunkan berat badan dengan cepat dan alami bisa anda dapatkan dari artikel ini. Ikuti selalu tips-tips menarik dari Shylary yaa.....
 
Kalau mau tahu Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat dan Alami, coba ikuti dulu artikel ini. Ya meskipun artikel ini agak ngawur, cuma ngetes aja. Ni blog dah lama gak dipakai, jadi mau di test dulu kira-kira bagus ga buat nembak keyword Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat dan Alami.


Emangnya kenapa sih harus tau cara menurunkan berat badan dengan cepat alami? eke juga gak tau.... kan banyak juga yang pake cara menurunkan berat badan gak alami yaa.. wkwkwkw..

Eh sebetulnya gimana sih menurunkan berat badan yang cepat dan alami itu? aku malah gak ngerti sebetulnya sih.. tapi kan tadi udah baca-baca dulu kan, katanya si banyak caranya menurunkan berat badan dengan cepat dan alami itu. Cuman aku juga belum paham banget sih, tapi ga papa kali ya.. coba belajar deh bareng-bareng bagaimana cara menurunkan berat badan yang cepat dan alami itu..

Tips Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat dan Alami

Katanya nih, sebetule ga usah macem-macem kok kalau mau menurunkan berat badan secara cepat dan alami. Kuncinya cuma 1 : Makan yang sedikit tapi Sering

udah, kalau kata aku sih gitu aja tips dan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan alami. Kebanyakan tips entar bingung lho kakak...

Oke ya, segitu dulu aja deh aku kasih tips menurunkan berat badan yang cepat dan alami. Padahal intinya cuman gitu aja, tapi ngomongnya panjang lebar gak jelas yaa.. Ya gitu deh demi mendapat perhatian mbah Google biar mau temenan sama aku yang udah bahas Cara menurunkan berat badan dengan cepat dan alami.